Selasa, 07 Januari 2014

PERILAKU KONSUMEN


      Perilaku konsumen menyangkut masalah keputusan yang diambil seseorang dalam persaingannya dan penentuan untuk mendapatkan dan mempergunakan barang dan jasa. Konsumen mengambil banyak macam keputusan membeli setiap hari. Kebanyakan perusahaan besar meneliti keputusan membeli konsumen secara amat rinci untuk menjawab pertanyaan mengenai apa yang dibeli konsumen, dimana mereka membeli, bagaimana dan berapa banyak mereka membeli, serta mengapa mereka membeli. Pemasar dapat mempelajari apa yang dibeli konsumen untuk mencari jawaban atas pertanyaan mengenai apa yang mereka beli, dimana dan berapa banyak, tetapi mempelajari mengenai alasan tingkah laku konsumen bukan hal yang mudah,  jawabannya seringkali tersembunyi jauh dalam benak konsumen.
                              Pengertian perilaku konsumen seperti diungkapkan oleh Mowen (2002:6) mengatakan: “Studi tentang unit pembelian (buying unit)  dan proses pertukaran yang melibatkan perolehan, konsumsi dan pembuangan, barang, jasa, pengalaman serta ide-ide”.
            Swastha dan Handoko (2000:10) mengatakan:
                                          Perilaku konsumen (consumer behavior) dapat didefinisikan sebagai kegiatan-kegiatan individu yang secara langsung terlibat dalam mendapatkan dan mempergunakan barang-barang dan jasa-jasa, termasuk didalamnya proses pengambilan keputusan pada persiapan dan menentukan kegiatan-kegiatan tertentu.

                              Dari pengertian di atas maka perilaku konsumen merupakan tindakan-tindakan dan hubungan sosial yang dilakukan oleh  konsumen perorangan, kelompok maupun organisasi untuk menilai, memperoleh dan menggunakan barang-barang serta jasa melalui proses pertukaran atau pembelian yang diawali dengan proses pengambilan keputusan yang menentukan tindakan-tindakan tersebut.
 
 Contoh Kasus

       Perilaku konsumen di industri teknologi ini memang menarik untuk dipahami. Karena industri ini memiliki nilai pasar yang sangat besar. Seiring dengan kemajuan teknologi yang sangat pesat semakin banyak orang-orang yang membeli gadget terbaru dengan alasan sedang tren dan tidak mau ketinggalan jaman atau menunjukkan gaya hidup dari orang tersebut. Padahal kegunaan dari gadget itu sendiri selebihnya hampir sama dengan gadget kebanyakan, antara lain sebagai alat komunikasi dan alat dokumentasi. Contohnya penggunaan handphone, banyak konsumen mulai mengganti handphone-nya dengan merek tertentu karena sedang tren karena menggunakan fasilitas aplikasinya dan lain sebagainya. Handphone jaman sekarang bila ingin laku di pasaran setidaknya harus memiliki fasilitas internet, kamera dan mp3 player. Hal ini pun membuat konsumen selalu ingin memiliki handphone dengan fasilitas tercanggih.


SUMBER  : http://www.wattpad.com/4248059-pengertian-perilaku-konsumen-

Sabtu, 04 Januari 2014

Agar Apel Kupas Tak Berwarna Kecokelatan, Siasati dengan Trik Ini!



Jakarta - Warna kecokelatan sering kali muncul pada daging buah apel yang sudah dipotong. Tentunya akan merusak penampilan buah dan rasa. Untuk mencegah perubahan ini bisa dilakukan cara mudah. Seperti beberapa langkah ini.

Perubahan warna cokelat pada apel umum terjadi karena enzim buah bereaksi dengan oksigen di udara yang lebih dikenal dengan oksidasi. Untuk mencegahnya simak lima trik jitu ini.
 
1. Olesi air jeruk lemon
Perubahan warna pada apel bisa diatasi dengan air jeruk lemon. Air lemon yang mengandung asam sitrat akan mencegah terjadinya oksidasi. Caranya cukup kucuri permukaan daging buah apel yang sudah dibelah dengan air lemon. Rasanya pun jadi lebih segar.
2. Gunakan garam
Garam merupakan pengawet alami dan efektif mencegah perubahan warna pada apel yang sudah dipotong. Larutkan setengah sendok teh garam dalam air dingin secukupnya. Kemudian rendam apel yang sudah dikupas ke dalam larutan garam selama 3-5 menit. Kemudian bilas dengan air matang dan tiriskan.

3. Rendam dalam minuman berkarbonasi
Minuman berkarbonasi umumnya mengandung asam sitrat. Baik digunakan untuk mencegah perubahan warna cokelat pada buah apel. Jenis minumannya bisa berupa lemon-lime soda. Cukup merendam buah apel yang sudah dipotong-potong dan diamkan beberapa saat.

4. Rebus apel
Merebus apel juga bisa mencegah perubahan warna pada apel. Proses ini dapat menghentikan reaksi enzim dengan oksigen. Cara ini mudah dilakukan, masukkan apel yang sudah dipotong- potong ke dalam panci berisi air mendidih selama 5 menit. Kemudian angkat dan bilas dengan air dingin.

5. Bungkus dengan plastik
Metode sederhana ini juga bisa dilakukan untuk mencegah perubahan warna pada buah apel. Cukup bungkus apel yang sudah dipotong-potong dengan plastik rapat-rapat agar udara tidak mudah masuk sehingga enzim dalam buah apel tidak teroksidasi.




http://www.artikel-menarik.com/2013/09/agar-apel-kupas-tak-berwarna.html

ARTIKEL KESEHATAN

Makanan Tinggi Serat Turunkan Risiko Penyakit Jantung

Meningkatkan jumlah asupan serat makanan sehari-hari diketahui dapat menurunkan risiko penyakit jantung, sebuah penelitian baru menemukan.

Manfaat Serat Bagi Jantung

” Dengan begitu riuhnya kontroversi yang menyebabkan banyak orang menghindari karbohidrat dan biji-bijian , penelitian ini seakan meyakinkan kita tentang pentingnya serat dalam pencegahan penyakit kardiovaskular , ” kata Dr Suzanne Steinbaum, seorang ahli jantung di Lenox Hill Hospital, New York, Amerika Serikat.
Dalam penelitian ini, para peneliti yang dipimpin oleh Diane Threapleton, menganalisa data dari Amerika Serikat, Eropa, Jepang, dan Australia untuk menilai berbagai jenis asupan serat. Tim peneliti melihat jumlah serat; meliputi serat tidak larut (seperti biji-bijian dan kulit kentang), serat larut (kacang-kacangan, legum, gandum, barley); sereal; buah-buahan, sayuran, dan sumber makanan lainnya.
Penelitian ini juga melihat pada dua kategori penyakit jantung . Yang pertama adalah “penyakit jantung koroner”, mengacu pada penumpukan plak di arteri jantung yang dapat menyebabkan serangan jantung. Sedangkan yang kedua adalah gangguan jantung yang disebut “penyakit jantung (kardiovaskular)” – istilah umum untuk kondisi jantung dan pembuluh darah yang mencakup serangan jantung , stroke , gagal jantung dan masalah lainnya, demikian menurutAmerican Heart Association.

Manfaat serat larut dan tidak larut

Penelitian ini menemukan bahwa semakin banyak serat tidak larut serta serat buah-buahan dan sayuran yang dikonsumsi, semakin rendah risikonya untuk terkena kedua jenis penyakit tersebut. Sedangkan peningkatan konsumsiserat larut berdampak positif pada penurunan risiko penyakit kardiovaskular yang lebih besar dibandingkan dengan risiko penyakit jantung koroner. Sementara itu, serat pada sereal diketahui dapat mengurangi risiko penyakit jantung koroner yang lebih besar dibandingkan dengan risiko penyakit kardiovaskular.
Untuk setiap tambahan asupan serat sebesar 7 gram yang dikonsumsi per hari, risiko kedua jenis penyakit jantung tersebut mengalami penurunan secara signifikan, demikian menurut penelitian yang diterbitkan online pada 19 Desember 2013 di BMJ.
Seorang ahli gizi dan olahraga, Dana Angelo White mengatakan bahwa temuan ini sejalan dengan apa yang para ahli gizi telah lama ketahui tentang pentingnya mengonsumsi makanan tinggi serat. Bagian tersulit adalah bagaimana mendorong masyarakat untuk mengonsumsi lebih banyak serat. Asupan serat yang direkomendasikan adalah 20 hingga 38 gram per hari. Angka tersebut mungkin terlihat tinggi bagi kebanyakan orang, akan tetapi hal itu bisa diraih dengan mengonsumsi serat dalam porsi yang sedikit namun diimbangi oleh peningkatan frekuensi waktu makan.

Makanan-makanan berserat

Penelitian yang dilakukan di Inggris ini menemukan bahwa menambahkan asupan serat sebanyak 7 gram per hari dapat meningkatkan kesehatan jantung. Menurut White, kita bisa mendapatkan asupan serat pada makanan-makanan berikut ini :

1 1/2 cangkir oatmeal yang dimasak (7 gram)
1 1/4 cangkir sereal gandum parut (8 gram)
2 potong roti gandum (6-7 gram)
1 buah pir besar (8 gram)
1 cangkir buah raspberry (8 gram)
1/2 cangkir kacang hitam (7,5 gram)

Para peneliti mengatakan bahwa temuan mereka sesuai dengan asupan serat harian yang direkomendasikan, dan penurunan risiko penyakit jantung terkait penambahan asupan serat sangat bermanfaat bagi banyak orang. Para peneliti menambahkan bahwa sangat penting bagi masyarakan untuk macam-macam makanan yang kaya serat seperti biji-bijian, barley, beras merah, gandum, gandum utuh, buah-buahan, sayuran, dan kacang-kacangan. Beberapa daftar tersebut adalah makanan-makanan tinggi serat yang dapat menyehatkan jantung.



Jumat, 27 Desember 2013

TUGAS KELOMPOK

RANCANGAN USULAN PENELITIAN

GUNA RANCANGAN USULAN PENELITIAN SERTA BENTUK DAN ISINYA

Suatu penelitian itu mungkin bermaksud dan bertujuan untuk memperoleh data informasi dan kemudian untuk bahan menulis. Misalnya

a.   Skripsi
b.   Makalah untuk seminar, simposium, dan pertemuan ilmiah lainnya
c.    Karangan ilmiah
d.   Tesis magister/disertasi doctore. Laporan proyek

Bobot dan mutu akademis karangan ilmiah hasil penelitian itu dapat dikaji dan dinilai dari 6 aspek

1.         Aktualitas masalah
Masalah yang diformulasikan haruslah masalah yang masih hangat diperbincangkan/upto date dan banyak mencari perhatian para ahli untuk dicari jawabannya serta juga harus nyata adanya

2.      Relevansi manfaat praktis
Jawaban masalah yang dikemukakan bernilai prakktis, sehingga hasil penelitian bedaya guna serta menjangkau masyarakat luas. Kesimpulan- kesimpulan yang ditarik harus mantap dan saran-sarannya menarik perhatian dan beralasan kuat

3.      Metodologi penelitian akurat
bobot mutu akademis karya tulis hasil penelitian itu ditentukan juga oleh adekuasi rancangan penelitian, instrumentasi dan pengukuran, metodologi penulisannya juga ikut menentukan bobot nilai/ mutu akademis karya tulis ilmiah

4.      Orisinalitas penelitian
Penelitian disebut orisinal bila bahan dan atau metode yang digunakan belum pernah dilakukan oleh peneliti lain, setidak-tidaknya menurut jangkauan informasi yang tersedia. Dengan kata lain walaupun bahan sama tetapi metodenya beda, maka penelitian itu dianggap penelitian orisinal dan juga sebaliknya jika bahan beda tapi metode sama itu juga digolongkan penelitian orisinal

5.       Sumbangan terhadap ilmu pengetahuan
Penelitian yang bersipat integratif dan konprehensif yaitu penelitian yang hasilnya merupakan kebulatan dan menyeluruhSistematika penyusunan karya tulis

6.      Ketajaman logika (way of thinking) dan urutan serta kaitan logika (flow of thought)  Mengarahkan sistematika dan jelasnya pokok persoalan dalam karya tulis, apabila materi yang terkumpul dikomunikasikan secara konsisten dengan menjaga relevansi setiap aspek, sedemikian sehingga kalimat yang satu berhubungan dean berkaitan maka komunikasi yang dibuat akan lebih epektiif

Rancangan usulan penelitian adalah langkah yang paling awal dalam proses penyusunan penelitian. Usulan penelitian adalah langkah berikutnya, dan makalah adalah hasil akhirnya.

Rancangan usulan penelitian ini memberi gambaran secara menyeluruh tentang pokok masalah yang hendak diteliti, teori dan konsep serta data yang dipakai untuk melakukan penelitian; cara penelitian dilakukan dan hasil yang diharapkan akan dicapai. Rancangan usulan penelitian ini dipakai untuk menilai apakah seorang itu bisa mulai melakukan penelitian secara mandiri.


Rancangan Usulan Penelitian  Terdiri Dari 3 Bagian Pokok, sebagai berikut :

1.      Bagian Awal
Judul penelitian yang direncanakan akan dilakukan. Ditulis dengan huruf capital , judul harus “ekspressif”,  singkat tetapi informatif, yaitu menunjukkan dengan tepat masalah yang akan diteliti, dibawah judul ditulis kalimat “rancangan usulan penelitian untuk (skripsi, tesis, laporan dll)

2.      Identitas penyusun rancangan.
Diahului dengan kata oleh lalu ditulis nama peneliti, atau identitas lainnya yang dianggap penting

3.      Tanggal pengajuan rancangan
Didahului dengan kalimat “ diajukan kepada ….., pada tanggal….

* Bagian Utama
Bagian utama meliputi :

1. Perumusan masalah

Berisi tengtang penjelasan mengapa masalah yang dikemukan dalam judul dianggap menarik, penting, dan perlu di teliti. Dalam perumusan masalah perlu bukti bahwa masalah itu belum ada jawabannya atau pemecahannya(yang memuaskan) dalam perumusan masalah juga dikemukakan konteks masalah itu dengan permasalahan lain.

Unsur pokok perumusan masalah ini sekurang-kurangnya harus memuat hal-hal sebagai berikut :


1.      Penjelasan mengenai mengapa masalah yang dikemukakan dalam rancangan usulan penelitian untuk disertasi itu dipandang menarik, penting dan perlu diteliti.
2.      Beberapa bukti bahwa masalah tersebut belum ada jawaban atau pemecahan yang memuaskan.
3.      Letak masalah yang akan diteliti itu dalam konteks permasalahan yang lebih besar.
4.      Tujuan dan kegunaan penelitian.
Secaa eksklusif dan spesifik harus diseebutkan maksud dan tujuan penelitian, kegunaan dan arti pentingnya hasil penelitian yang diharapkan
5.      Kerangka pemikiran teoritis
Dalam bagian ini dikemukakan tengtang garis-garis besar pemikiran teoritis sedemikian sehingga jelas “pokok permasalahan”nya.  Kerangka pemikiran yang logis itu dapat pula disusun berdasarkan hasil observasi lapangan atau dari pertemuan ilmiah
6.      Hipotesis kerja
Tidak semua penelitian memiliki hipotesis tetapi jika penelitian itu ada hipotesis, maka hipotesis harus dirumuskan dengan tepat, singkat, jelas dalam kalimat berita atau “kalimat deklaratif”
7.      Metode penelitian.
Dalam metode penelitian disebutkan beberapa maslah, yaitu :
a)          Penentuan subjek penelitian, penentuan sampel yang akan dugunakan, penentuan ‘ sampling design’  yang akan dipakai, dan teknik pengambilan sampel
    Metode pengumpulan data, alat pengukuran, dan cara pengukuran semuannya ditulis secara jelas
b)       Bahan yang akan dipakai (bahan kimia, obat-obatan dan sebagainya) perlu disebutkan spesipikasinya dan pabrik yang mengeluarkan jika ada, bila bahan berupa hewan disebutkan ras, jenisnya dan asalnya dan sedemikian juga jika bahannya adalah tumbuhan
c)       Dalam bagian ini perlu disebutkan alat perlengkapan untuk laboratoeium atau untuk lapangan yang akan dipakai
d)      Teknik atau mode l analisis (statistik) yang akan dipakai dan perlu dijelaskan mengapa memakai metode statistik tersebut    Jika perlu disertakan rancangan untuk menerima atau menolak hipotesis dengan menggunakan hipotesis nihil
e)      Jadwal penelitian.
 Dalam bagian ini perlu pertimbangan kelayakannya, jadwal penelitian perlu dibagi-bagi berdasarkan tahap-tahap penelitian (hari, minggu, dan bulan) Jadwal penelitian dibuat secara cermat, dengan mempertimbangkan kelayakannya. Jadwal penelitian menunjukkan hal-hal sebagai berikut :
1)      Tahap-tahap penelitian yang akan dilakukan
2)      .Waktu yang diperlukan untuk melaksanakan masing-masing tahap, dinyatakan dalam satuan bulan.
3)      Rincian kegiatan untuk tahap masing-masing.

III.             Bagian Akhir

 Daftar pustaka

Penulisan daftar pustaka didasarkan atas pustaka yang telah dijadikan sumber dalam penyusunan rancangan usulan penelitian. Tujuan utama penyajian daftar pustaka adalah memberi informasi mengenai bagaimana orang dapat dengan mudah menemukan sumber yang disebutkan dalam rancangan usulan penelitian.
Hal-hal yang perlu disebutkan dalam daftar pustaka adalah seperti disebutkan dibawah ini :

  Untuk buku : Nama penulis
 Untuk jurnal  Untuk sumber pustaka lain dapat digunakan pedoman yang lazim.

  Cara menulis pustaka dan artikel sesuai ketentuan yang berlaku.
1.      Tahun penerbita
2.      Judul buku
3.      Editor
4.      jilid ke-
5.      nama penerbit
6.      Tempat penerbitan.
7.       Halaman
8.      Nama penulis
9.      Tahun penerbitan
10.  Judul tulisan
11.  Nama jurnal
12.  Jilid ( dan nomor )
13.  Halaman

·          Rencana anggaran
Berisi antara lain :
1.      Upah dan honorarium untuk semua staff  Peralataan, mencakup semua alat yang
berguna selama penelitian dan dijelaskan alat-alat apa yang akan habis pakai serta dijelaskaan jumlah biaya yang diperlukan
2.       Bahan habis pakai, termasuk kerrtas dan alat perkantoran yang akan habis pakai
Perjalan, mencakup biaya transportasi dan biaya hidup sehari-hari, biaya itu dirinci per hari
3.      Biaya sewa (rent), mungkin dipelukan jika proyek berlangsung lama dan memerlukan sewa gedung dan peralatan yang harganya mahl.
4.      Pengeluaran tak terduga, yang mencakup biaya yang tidak termasuk dalam bagian di atas, misalnya biaya telepon, fotokopi, atau biaya pengeluaran tak terduga karena staff kecelakaan dan lain-lain, biaya ini biasanya tidak boleh lebih dari 10 % dari jumlah yang di atas

·          Daftar riwayat hidup penyusun rancangan.
Daftar riwayat hidup (bio-data, curriculum vitae) penyusun rancangan usulan
penelitian memuat hal-hal sebagai berikut :
1.      Nama lengkap dan derajat akademik
2.      Tempat dan tanggal lahir
3.      Pangkat dan jabatan
4.      Riwayat pendidikan tinggi
5.      Karya ilmiah
6.      Pertemuan ilmiah yang dihadiri dan
7.      Penghargaan ilmiah, bila ada.

 IV. BAHAN DAN FORMAT

Bahan Rancangan usulan penelitian untuk disertasi ditulis pada kertas HVS 80, ukuran A4, dengan mempergunakan warna hitam.
Tabel dan gambar, jika ada, disajikan pada kertas yang sama.
Penyajian Naskah
Pengetikan
Rancangan usulan penelitian untuk disertasi diketik dengan jarak 1,5 spasi.
 Huruf yang digunakan huruf Times New Romans ukuran 12 point, 10 ketukan tiap inci.
Untuk seluruh naskah dipergunakan tipe huruf yang sama.
Lambang, huruf atau tanda yang tidak dapat dibuat dengan mesin tulis ditulis dengan rapi menggunakan tinta hitam. Kata asing ditulis dengan huruf Italic.
Huruf kursif diganti dengan huruf biasa dengan diberi garis dibawahnya.
Alenia baru diberi indensi (masuk) 5 ketukan.


  Jarak Tepi
Ketikan terletak :
Dari tepi atas              : 4 cm

                                    Dari tepi bawah          : 3 cm

                                    Dari tepi kiri               : 4 cm

                                    Dari tepi kanan          : 3 cm


    Nomor Halaman
Halaman naskah rancangan usulan penelitian untuk disertasi dan rujukannya diberi nomor urut dengan angka Arab, dimulai dengan angka 1. Semua nomor halaman diketik dengan jarak 3 cm dari tepi kanan dan 2,5 cm dari tepi atas.


    Tabel dan Gambar
Tabel dan gambar diberi nomor dengan angka Arab.
Tabel harus diketik dengan menggunakan tipe huruf yang sama dengan yang digunakan untuk mengetik keseluruhan naskah. Dalam hal pengetikan dilakukan dengan mesin tulis IBM atau sejenisnya, harus dipergunakan kepala mesin tulis yang sama. Bila pengetikan tidak mungkin, seperti misalnya lambang, huruf Yunani, penulisan hendaklah dilakukan dengan menggunakan tinta hitam.

Berbagai Tingkatan Judul
Berbagai tingkatan judul ditulis dengan cara sebagai berikut :

1.       Judul diketik dengan huruf kapital semua pada halaman baru dengan jarak 5 cm dari tepi atas dan  dengan jarak yang seimbang dari tepi kiri dan kanan.
2.      Sub judul huruf pertamanya ditulis dengan huruf kapital, diletakkan seimbang dari tepi kiri dan
            kanan dan diberi garis bawah.
3.      Anak Sub judul ditulis mulai dari tepi sebelah kiri, huruf pertamanya diketik dengan huruf kapital dan diberi garis bawah.
4.       Judul dalam tingkatan yang lebih rendah, ditulis seperti pada c, diikuti oleh kalimat berikutnya
5.       Rujukan dan Kutipan
Semua sumber pustaka yang dikutip (secara langsung atau tidak) dan dijadikan rujukan harus disebutkan. Cara menyebutkan sumber itu antara lain dengan menuliskan di dalam kurung : nama pengarang, tahun publikasi dan (kalau perlu) halaman yang dikutip atau yang dijadikan rujukan, kecuali kalau ada ketentuan lain menurut kebiasaan dalam suatu bidang ilmu tertentu. Jumlah halaman rancangan usulan penelitian berkisar antara 15 – 20 halaman.



Senin, 21 Oktober 2013

Contoh Paragraf Deduktif dan Paragraf Induktif

1. Contoh Paragraf Deduktif

Kegiatan ultah panser biru yang ketiga bahkan mencapai klimaksnya.Ketika mereka menggelar jalan santai selupuh ribu peserta bahkan membirukan kota Semarang.Apalagi panitia telah menyiapkan doorprize besar besaran.Ada motor , TV , kulkas , VCD player , tape dan ratusan hiburan lainnya.

2. Contoh Paragraf Induktif
Selain kaya akan budaya , Indonesia juga memiliki lahan pertanian yang subur yang banyak menghasikkan rempah-rempah , bahan pangan , bahkan juga buah-buahan. Dari segi barang tambang , Indonesia juga sangat potensial, terbukti Indonesia salah satu Negara di Asia yang meng ekspor minyak bumi, batu bara, dan barang tambang lainnya. Maka tidak salah kalau dikatakan Indonesia adalah Negara yang kaya.

Paragraf Deduktif dan Paragraf Induktif

1. Paragraf Deduktif

Paragraf Deduktif adalah paragraf yang diawali dengan mengemukakan persoalan pokok atau kalimat utama yang bersifat umum kemudian diikuti kalimat-kalimat penjelas yang bersifat khusus.

Ciri-ciri Paragraf deduktif:
  1. Letak kalimat utama di awal paragraf
  2. Diawali dengan pernyataan umum disusul dengan uraian 
  3. Diakhiri dengan penjelasan
2. Paragraf Induktif 
Paragraf induktif adalah paragraf yang dimulai dengan menyebutkan peristiwa-peristiwa yang khusus, untuk menuju kepada kesimpulan umum, yang mencakup semua peristiwa khusus di atas.


ciri-ciri paragraf induktif:
  1.  terlebih dahulu menyebutkan peristiwa-peristiwa khusus
  2.  Kesimpulan terdapat di akhir paragraf
  3.  Kalimat penjelas terletak sebelum kalimat utama, yakni yang mengungkapkan peristiwa-peristiwa khusus